Gas air mata adalah salah satu senjata pihak kepolisian menghadapi pendemo.
Di negara manapun, termasuk Indonesia gas air mata selalu digunakan kala menghadapi pendemo yang rusuh.
Selongsong gas air mata panjangnya hanya sekitar 10 Cm atau sebesar ukuran telapak tangan orang dewasa. Benda ini seperti peluru, ditembakkan melalui pistol pelontar.
Jika ditembakkan dan jatuh, gas air mata akan mengeluarkan asap tebal warna putih. Jika manusia terkena asap ini secara langsung, organ tubuh seperti mata, hidung, dan mulut akan langsung bereaksi.
Wajah akan langsung terasa panas seperti terbakar saat terkena gas air mata. Biasanya juga disertai dengan keluarnya air mata, batuk-batuk, dan bersin. Jika langsung terkena dan tidak kuat, seseorang bahkan bisa mengalami sesak nafas dan pingsan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Bahan kimia yang sering dipakai pada gas air mata antara lain gas CS, CN, CR, dan semprotan merica gas OC. Gas air mata ampuh karena asapnya mengandung Ortho-Chlorobenzylidene Malononitrile atau disingkat CS. Benda yang ditemukan oleh Corson dan Stoughton itu memang digunakan oleh polisi di seluruh dunia karena ampuh membubarkan massa yang dinilai bertindak di luar batas.
Saat terkena gas air mata, biasanya para demonstran akan berlari dengan kondisi mata perih sehingga penglihatannya terganggu. Kondisi itu sangat berisiko karena bisa menyebabkan jatuh, terbentur, dan lain-lain.
Lantas bagaimana jika terkena gas air mata? Walaupun gas air mata dianggap tidak berbahaya, namun, efek yang ditimbulkan masih terus berbekas untuk waktu yang cukup lama, terutama pada saluran pernapasan, pencernaan, dan sistem peredaran darah. Selain itu, efek susulan yang akan timbul berupa rasa mual, mulas, dan diare. Dalam jangka waktu panjang saluran pencernaan menjadi amat rentan dan lebih sensitif.
Zat kimia yang terhirup akan masuk ke dalam sistem pernapasan dan akan memacu sistem peredaran darah serta menaikkan tekanan darah. Secara otomatis perubahan itu akan diikuti dengan meningkatnya denyut jantung. Tidak ada terapi ampuh untuk menyembuhkan akibat yang ditimbulkan semprotan gas air mata. Cara paling jitu adalah menghindarinya. Jika Anda tahu akan terkena serangan gas air mata, sebaiknya Anda mempersiapkan diri sebaik-baiknya, agar akibat dahsyatnya paling tidak bisa dikurangi. Anda sebaiknya senantiasa membawa bekal air dan handuk untuk menangkal serangan gas air mata. Anda juga dianjurkan mengenakan pakaian yang tertutup untuk mengurangi kemungkinan kulit bersentuhan secara langsung dengan butiran kristal gas air mata. Bila perlu Anda bisa memakai sarung tangan dan cadar, agar lebih aman lagi. Atau, Anda dapat pula mengenakan peralatan perlindungan ‘Teargas Mask’ yang didesain dengan penyaring udara sehingga Anda bisa bernapas lebih leluasa meski ada serangan gas air mata.
Sumber :
http://www.berdikarionline.com/suluh/20130702/dampak-gas-air-mata-bagi-demonstran.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_air_mata
http://jakarta_teargas.tripod.com/
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/06/si-kontroversial-gas-air-mata http://kimia01.wordpress.com/gas-air-mata/